Half Page of Northern Rhodesia

Livingstone City, 20 September 2012 [1:55pm]

Hari ini hari terakhir saya menikmati hangatnya matahari Zambia, seharusnya saya menuliskan kisah betapa megahnya negeri utara Rhodesia ini dengan Mosi-O-Tunya yang menggelegar serta Zambezi yang menggeliat panjang. Tapi biarlah halaman itu saya sisihkan sementara, untuk berbagi cerita tentang manusia-manusia yang bersinggungan dalam perjalanan saya kali ini.

Siapapun yang pertama kali berucap “the strangers you meet on the way will leave you a memory that will linger forever” benarlah adanya. Bagi saya, tempat yang kita tuju hanyalah separuh dari cerita perjalanan separuhnya lagi adalah orang-orang yang kita temui dan berbagi lintasan waktu sepanjang perjalanan.

Saya tidak pernah menyangka bahwa alam Zambia bukan hanya menarik para pejalan yang hendak bergumul dengan liarnya Afrika. Tapi juga para pencinta yang hendak menuliskan kisah mereka di hilir-hilir zambezi ataupun savana kering South Luwanga. Saya pun demikian, walau hanya dapat mengecap rasa cinta yang dibagi mereka dalam cerita. Tetapi ada keterikatan, yang membuat saya tersenyum senang saat mereka berbagi kisah manis dan tersenyum getir saat ikut merasakan kisah  pahit yang dibagi…

***

Continue reading

Advertisements