Connection, At The World We Live In.

Doro Refugee Camp, 21 July 2013 [12:08pm]

Kalau boleh saya mengibaratkan kita manusia layaknya hewan amphibia, selalu hidup di dua dunia. Kita hidup di antara realita dan mimpi, diantara harapan dan apa yang ada dalam genggaman dan apabila boleh saya menyamaratakan, sepertinya kita; Manusia abad sekarang semuanya hidup dalam dua alam, buana nyata dan dunia maya. Tentu saja, saya pun demikian…

Di dunia maya saya tak lebih dari kumpulan meta data, pun semua orang demikian. Bytes-bytes kami bersinggungan dan menjelma menjadi memori. Membuat saya memiliki kenangan virtual tentang siapa saja yang pernah saya temui. Di balik layar dan beragam avatar banyak dari mereka adalah manusia-manusia yang mencerahkan dan betapa beruntungnya beberapa dari mereka akhirnya dapat saya raih dalam jabat tangan yang sesungguhnya.

Banyak yang berkata, dunia maya tak lebih dari ilusi. Harapan kosong yang banyak orang berusaha raih. Tempat dimana semua orang berusaha tampak sempurna ataupun berkebalikan dari realita sesungguhnya. Tapi bagi saya, dunia maya ataupun nyata tak banyak berbeda. Keduanya bagai satu simpul benang yang saling berikatan; saling bersentuhan sisi antara satu dan lainnya dengan cara yang berbeda.

Dan kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satunya…

*** Continue reading