Turnamen Foto Perjalanan Ronde 2 : Kuliner

Salam bagi kalian para pejalan, selamat datang di halaman sederhana ini.

Perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya Husni, tuan rumah kalian di turnamen perjalanan ronde 2. 

Roda permainan kita masih berputar, kali ini dadu permainan berpindah jauh ke benua hitam tempat saya berada sekarang. 

Sungguh saya tercengang dengan kemampuan kalian memenjarakan momen perjalanan, melintas masa dan jarak, melukiskan laut-laut terindah yang pernah ditangkap retina.

Tiap foto yang di tampilkan selalu membuat saya berbisik “ingin kesana”…

Kali ini mari kita bermain dengan rasa, indera pengecap lebih tepatnya!

Saya yakin, jauhnya langkah yang kalian tempuh seimbang dengan banyaknya rasa yang telah kalian kecap. Maka mari berbagi kelezatannya disini, men-trasformasi tiap rasa lezat dalam sebuah gambar. Baik makanan ataupun minuman yang pernah di nikmati oleh ujung syaraf di papila-papila lidah kalian. 

Dan sekali lagi, mari membuat sebuah album perjalanan berisi sajian penggugah selera untuk dinikmati diatas meja makan maya kita bersama-sama.

           

 

Submisi (23-29 Agustus 2012)

Foto harus merupakan milikmu sendiri!

Silahkan Host foto Kuliner di situsmu sendiri. Web, blog, Flickr, Picasa, dsb,

Submit foto pada kolom comment artikel ini dengan format berikut:

  • Nama/nama blog
  • Link blog
  • Judul/keterangan foto (max 1 paragraf)
  • Link foto (ukuran foto sekitar 600 px)

Tanggal submisi: 23-29 Agustus 2012.

  • Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di-re-size di halaman ini. Apabila terlalu besar atau bermasalah.
  • Submisi lebih cepat lebih baik. 🙂
  • Foto yang tidak patut tidak akan diupload di sini. Kebijaksanaan tuan rumah (misal: mengandung kebencian SARA, nyeleneh, menghina pihak lain).

Pengumuman pemenang: 2-3 hari setelah batas submisi.

Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia

Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?

  • Ajang sharing foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah. Yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
  • Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link ybs) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication :)

Siapa yang bisa ikut?

  • (Travel) blogger – Tak terbatas pada travel blogger profesional, blogger random yang suka perjalanan juga boleh ikut.
  • Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim 1 foto total.
  • Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar!
  • Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.

Nggak punya blog tapi ingin ikutan?

  • Silahkan berpartisipasi, kirimkan foto kalian ke justhityou@gmail.com. Tapi partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
  • Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, tumblr, dan blogspot gampang kok, pakainya. Jangan pake multiply ya, karena multiply akan segera gulung kasur ^^.

Hak dan kewajiban tuan rumah:

  • Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan di blog-nya
  • Memilih tema
  • Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
  • Mengupload foto-foto yang masuk
  • Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun, kecuali KKN dan sogokan!)
  • Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)

Daftar Turnamen Foto Perjalanan:

1. Laut – DuaRansel
2. Kuliner – @justHityou

Pendiri dan koordinator Turnamen Foto Perjalanan: Dina DuaRansel.com

Untuk menilik status terbaru beserta FAQ Turnamen Foto Perjalanan, silahkan cek:

MARI KITA SEJENAK MENGISTIRAHATKAN INDERA PENGECAP DAN MENYANTAP SAJIAN LEZAT INI DENGAN MATA KITA. SELAMAT MENIKMATI 🙂

1. Jalan2Liburan

Typical Belgian Dessert

Selain Waffle, negara Belgia terkenal akan makanan pencuci mulut lainnya, di toko2 roti kecil pun, Anda akan menemukan beragam “makanan manis” dengan nilai seni pembuatan yang tinggi.

               

2. Greacesia Alexandra

 Dewata Makin Sempurna

Ketika mereka mempertanyakan sebuah arti kesempurnaan, sempurna bagi saya adalah saat jiwa petualang saya yang rakus dibuai manja suguhan bagi indera sedang dibagi jatah.
Seorang sahabat untuk dibagi cerita dengan cumbuan lengkap elemen tidak sederhana milik Pulau Dewata, ini mungkin adalah pasta tersempurna bagi saya.
Sebuah moment sempurna.

             

3. Wiranurmansyah

 Mie Ongklok

Kuliner khas dataran tinggi Dieng ini adalah bakmie dengan kol dan kucai yang disiram kuah kental bernama loh. Loh terbuat dari saripati singkong, gula merah, ebi, kacang dan rempah-rempah lainnya. Mie ongklok selalu disajikan bersama dengan sate sapi, tempe kemul, atau keripik tahu. Hidangan panas yang lumer di lidah ini sangat cocok dengan Dieng yang dingin.

             

4. Antho Riyanto

Sop Sumsum Tulang Langsa

Tak lengkap rasanya jika kita ke Medan dan tidak mencicip segala kulinernya. Dari semua kuliner di Medan, yang masih “membekas” di otak dan lidah saya adalah Sop Sumsum Tulang Langsa. Sebagaimana namanya, sebenarnya kuliner ini khas dari Langsa, Nangroe Aceh Darussalam. Rumah makan kecil ini berlokasi di Jl. Yos Sudarso no 73, kawasan Glugur Medan. Tulang kaki sapi gede banget tersaji hangat dengan kuah dan adanya sedotan di tulangnya membuat makin unik. Sedotan ini digunakan untuk menyeruput sumsumnya. Sumsum yang ada di dalam tulang kaki sapi, lembut seperti agar-agar lembek. Foto seadanya menggunakan kamera handphone jadi mungkin kurang mewakili kelezatannya :p

             

5. DebbZie

Ikan Bakar Pedas Manis ala Bali

Menurut aku, Indonesia adalah salah satu dari negara2 dunia yang mempunyai ragam kuliner paling kaya. Mimpiku adalah memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia pada dunia dan melestarikan agar tidak kalah dengan kuliner2 asing yang masuk Indonesia.
Ikan bakar pedas manis ini dibakar di atas sabut kelapa agar mempunyai aroma harum yang khas. Disajikan dengan sambal terasi dan sambal matah khas Bali.

             

6. Ipunk

Kudapan Legendaris

Kudapan Legendaris adalah makanan makanan ringan yang masih bertahan hingga kini yang biasa kita temukan di kampung halaman. Memakannya menimbulkan rasa rindu dan kenangan akan masa kecil kita dulu.

             

7. Sputnik/ Eating and Moving

Di Balik Bambu

Aku selalu bersyukur apabila dapat melihat tradisi secara langsung dengan kedua mata sendiri. Perayaan Hari Raya tempo hari, beruntunglah dapat melihat secara langsung cara traditional membuat lemang, atau nasi ketan di dalam bambu. Dan bukan hanya sembarang dapur, akan tetapi dari dapur traditional sebuah keluarga di Pulau Kadidiri, Kepulauan Togean, Sulawesi. Tuan rumahku seorang Ibu berusia 50an, dan dia bercerita kalau dia diwarisi keahlian dapur dari ibunda dia, dan akan dia akan pula mewarisi ke kedua putri dia. Buat lemang ternyata sangat rumit. Dari membuat santan kelapa dari kelapa tua utuh, mencari bambu di hutan dan menyiapkannya supaya bisa diisi beras ketan tersebut, sampai membuat api unggun untuk membakar bambu tersebut hingga nasinya masak. Bisa bayangkan kalau malam itu, satu keluarga sibuk bantu membantu, di seling canda gurau. Esoknya, kerja keras kami tidak sia-sia. Menikmati lemang di Hari Raya, di colek dengan ‘Kaya’ gula merah dan secangkir kopi hitam berserta pemandangan laut Togean.

             

8. Christina Eka

Pisang Mulut Bebek

Makanan yang terbuat dari jenis pisang yang hanya tumbuh di Halmahera. Dinamakan pisang mulut bebek karena bentuk pisang ini menyerupai bentuk mulut bebek. Biasanya
pisang ini digoreng dan dimakan dengan sambal dabu-dabu. Rasanya yang sangat enak perpaduan dari manis dan gurih yang renyah membuat saya ketagihan makanan satu ini.

           

9. harry_mdj

Chicken Beggar (Ayam Pengemis)

Celengan Ayam buat nabung? NO!
Di dalam bentukan ayam tanah liat ini terdapat ayam muda yang dicampur dengan beberapa rempah dan jamur dalam balutan daun pisang dan setelah dilapisi dengan tanah liat, akan dipanggang layaknya orang membikin keramik. Kenapa namanya ayam pengemis? karena konon dulunya pengemis yang menangkap ayam liar bingung harus memasak dengan apa karena mereka tidak memiliki alat untuk memasak yang memadai, sedangkan jika dibakar mereka sudah bosan, sehingga mereka membungkus ayam tersebut (yg sebelumnya disisipi herb) dan melapisinya dengan tanah liat dan memanggangnya dalam bara api unggun and TADA, the chicken ready to serve 🙂

             

10. Shella Hudaya

Tom Yum Goong Nam Khon ( Creamy Tom Yum Goong)
Agenda wajib icip-icip kuliner di Thailand? Tentunya Tom Yum Goong dong. Merasakan panas, pedas, dan asamnya kuah Tom Yum Goong di negara asalnya memang memberikan kenikmatan tersendiri. Selain Tom Yum Goong klasik yang berkuah bening (clear soup), gw menemukan salah satu variasi Tom Yum Goong yang lebih “nonjok” di lidah gw, yaitu Tom Yum Goong Nam Khon. Bumbu dasarnya sama, menggunakan sereh, daun jeruk purut, laos, perasan lemon, fish sauce, dan cabai bubuk. Yang membedakannya yaitu tambahan susu atau santan pada kuahnya. So, rasanya lebih creamy, tetapi tidak menggusur cita rasa asam dan pedasnya. Aroma herbs-nya sangat kuat dan tentunya berbagai seafood terutama udang yang menjadi main character dari Tom Yum inilah yang berhasil membuat gw selalu ingin kembali lagi ke Thailand. Selain pantai, nightlife, dan keramahan orang-orangnya tentu saja… 🙂

           

11. Pratiwi Hamdhana AM

Macaron du Paris

Bagian terbaik merasakan suatu makanan adalah dimana makanan itu berasal, and yes I did it, tried the famous sweet ‘unyu’ macaron di tempat asalnya, Paris – Perancis.
a small simple sandwich cookies actually, which in between we can taste any kind of flavour choco-vanilla-greentea-etc. Crispy di tiap gigitannya, and it’s a little bit confusing like a chocolate box, sometimes we can guess the taste by its color, yes they are so colorful, but you have to taste it by yourself to know what flavour is it, sometimes the color trick you ;). Tapi apapun warnanya, apapun rasanya, percayalah 2-3 macaron tidak akan membuatmu puas, khususnya bagi mereka pecinta manis, you’ll craving for it, trust me 😉

             

12. Emmilia Hapsari

Oyster With Guiness, Deliciously Cyclonic!

Oyster, makanan yang baru sekali saya cobain seumur idup. Pertama kali melihat oyster itu ya di film Mr. Bean, ketika Mr. Bean lagi liburan di sebuah hotel (seperti biasa bersama Teddy Bear-nya) dan dia melahap beberapa oyster yang ternyata, oyster tersebut sudah tidak segar lagi, alias busuk. Awalnya ragu-ragu makan oyster, karena dihidangkan hanya menggunakan jeruk nipis dan mentah. Tapi ternyata, enak banget!

                   

13. farchan noor rachman

Risoles Sumber Hidangan, Bandung

Sumber Hidangan adalah restoran tua di Bandung yang menyajikan makanan Eropa dan mempertahankan resep dan olahannya sejak zaman Belanda. Berlokasi di Jalan Braga, restoran ini memberikan nostalgia bagi mereka yang ingin merasakan suasana restoran di jaman kolonial.
Dan, risol ini lezat luar biasa. Harganya? dibawah 10.000 rupiah!

           

14. Indra Ramadhan

Pad Thai Seafood, Phuket, Thailand

Makanan khas Thailand yg wajib dicoba dan dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota2 di Thailand. Saat memesan makanan ini si penjual pasti akan menanyakan apakah ingin pedas atau tidak. Jika kurang pedas bisa ditambahkan bubuk cabai sesuai keinginan, juga sambal cuka, toge segar, dan bubuk kacang. Cita rasa asam – pedas yang sangat khas Thailand cukup memanjakan lidah kita sebagai orang Indonesia.

           

15. Dina & Ryan / Dua Ransel

Rose and sunset

Daerah Okanagan di British Columbia (Canada) memiliki banyak danau-danau dan pegunungan cantik. Di lembah-lembahnya, banyak terdapat perkebunan ceri dan anggur. Sore itu, kami menikmati matahari tenggelam di God’s Mountain, di pinggir Skaha Lake, sambil menikmati wine setempat, JoieFarm Rose.

           

16. Mochamad Takdis

 Pho Mie for President, Vietnam

Anda ingin mencoba makanan yang di makan mantan presiden Amerika, Bill Clinton ?? Coba makan Pho Mie ini~

cerita tentang Pho Mie

             


17. Adam dan Susan/ Pergi Dulu

One of our favourite restaurants in Bandung is called Origin. They have absolutely amazing desserts there and this is one of them!

             

18. Fetty Indria

Setiap mengunjungi Singapura, selalu saya sempatkan untuk memakan Nasi Briyani resto CMK Mustafa, dengan ukuran nasi yang khas (panjang-panjang) dan rasa yang begitu kaya membuat lidah bergoyang pada saat memakannya, yummiiiiii 😀

                               

19. Philardi Ogi @philardi

Coto Makassar Aroma/Coto gagak
Kuliner makassar memiliki ciri khas tersendiri, yaitu jeroan!. Salah satunya adalah Coto Makassar, coba saja gali kuah coklat pekat yang disajikan, isinya adalah otak, babat, usus dan daging sapi. Yang unik adalah citarasa kuahnya, rempah seperti bawang, ketumbar, daun sereh dicampur dengan kacang tanah yang direbus hingga hancur, membuat daging dan jeroan yang lembut tadi bercampur dengan rasa gurih dari kuahnya. mantaaap!

             

20. Shu Travelographer/ @shu_travelphoto

Nasi Tumpeng yang Indonesia Banget

Nasi tumpeng merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang umumnya dibuat untuk suatu perayaan atau selametan. Dalam sejarahnya Nasi Tumpeng berasal dari adat dan kepercayaan asli masyarakat Indonesia khususnya tradisi orang Jawa yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para dewa atau roh leluhur. Biasanya Makanan ini merupakan sebagai simbol puncak suatu acara dengan melakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh suatu sesepuh atau tokoh yang dihormati dalam suatu acara tersebut. Nasi yang berbentuk mengerucut seperti gunung ini umumnya dikelilingi masakan khas Indonesia seperti sayuran urap, ayam goreng, sambalgoreng ati, tempe goreng, tahu goreng, tempe orek, semur daging, teri kacang, irisan dadar gulung dan makanan lainnya.

                             


21. Dwi Ulfa Wulandari

Chocolate Fondue

udapan yang sangat pas dinikmati bersama orang terdekat untuk penggemar cokelat dan manis. 🙂

           

22. Harun Harahap

Nasi Jamblang

Berwisata kuliner di Cirebon, jangan lupa untuk mencicipi nasi jamblang. Anda bisa menemukannya di warung kaki lima yang banyak tersebar di pinggir jalanan kota Cirebon. Dengan bungkus nasi berupa daun jati, rasa dan wangi nasi jadi berbeda dengan biasanya. Lauk-pauknya tersedia berbagai macam seperti daging, ikan asin, telur, tahu tempe dan lainnya. Jangan khawatir dengan harganya karena super murah. Namun, harus diingat untuk sambalnya ada harga khusus lho. hehehe.. Selamat menikmati…

             

23. Helena / @helenamantra

Kalap dan Lahap
Cara penyajian makanan di rumah makan masakan Minang, Sumatera Barat yang khas dengan menyajikan semua jenis makanan pada piring-piring kecil di meja membuat lapar perut dan lapar mata, ingin mencoba semua!

           

24. Dinoy

“Pinten, bu?” tanya saya akan harga makanan yang baru saja saya santap. Wolungewu, mbak,” jawab ramah ibu pemilik depot di depan stasiun besar Madiun. Inilah yang saya sukai tiap membeli makanan dari kota kecil yang santun. Tak khawatir menanyakan harga sebelum makan, karena memang hampir selalu murah. Sepiring nasi rawon yang mengenyangkan dengan daging sapinya yang tidak pelit, plus teh manis hangat, dan saya cukup mengeluarkan uang delapan ribu rupiah. Lalu saya siap menumpangi kereta api menuju perhentian saya selanjutnya: pulang. 🙂

             

25. Si Ochoy

Penasaran akan citarasa suatu kuliner terkadang membuat gue sangat terobsesi akan kuliner tersebut. Seperti hal nya Steak Tempe di Macaroni Panggan Taman Kencana , Bogor. Steak Tempe ini sukses bikin gue
penasaran Dan mencobanya ketika pulang dari Ujung Genteng Sukabumi.
Rasanya? Ya Rasa Tempe! Hahaha..gue gak suka! Tampilannya sih elegan ya
dengan aroma stea daging Dan garnish sayuran, daging serta kroket kentang.. Tapi rasanya eeeuuuuwwww.. Gak cocok dilidah gue..Menurut gue
itu steak cocoknya buat para vegetarian deh. Yang enak cuma suiran
daging diatasnya..itu doang..Penasaran? Cobain deh

                     

26. Yoesrianto Tahir

saya lupa namanya mirip salad buah tapi enaknyoo..ini pas buka puasa di my kopi o cabang surabaya 🙂 wueenak

             

27. Amelia Winnie/Her Gaze

The Lip-Smacking Kudu-Kudu Fish

In Makassar, South Sulawesi, fresh seafood restaurants are all over the place. For purist seafood aficionados, try to visit RM Apong, located in Chinatown areas in Makassar. Kudu-Kudu fish (Boxfish) is one of their best menus among fans. It was cooked fried, and you’d better to dip it into their signature traditional chili sauce for a more mouth-watering flavor.

             

28. Travenesia

Kembali ke pribadi kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa unik dengan beragam suku dan budaya. Dua hal tersebut berharmonisasi dengan keragaman kuliner khas di setiap daerah, menyatu dalam kebersamaan dan meriahnya sebuah hajatan. Doa dan harapan diucapkan, tumpeng dipotong dengan iringan tepuk tangan, hingga akhirnya dinikmati bersama seluruh undangan. Indahnya kebersamaan, Indonesia.

                   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s