Reuni Bawah Air

“Apakah kalian senang bereuni, memutar waktu dan memanggil kembali kenangan yang menari?”

Saya pernah sekali berkunjung ke akuarium raksasa bernama Seaworld, saat itu saya masih kecil. Mungkin karena kegemaran memotret saya telah memperlihatkan wujudnya, maka hari dimana kami berkunjung ke Seaworld ibu mengamanahkan sebuah kamera saku dengan sebuah rol film berkapasitas 36 kutipan kepada saya. Saya pun di daulat menjadi tukang foto keluarga.

Seaworld yang dipenuhi lampu temaram dan ikan beraneka ragam dengan mudah memikat perhatian saya. Bola mata saya yang kecil membelalak kagum tiap kali ikan-ikan besar berenang berseliweran.  Saya ingin memotret tiap-tiap dari mereka tapi kemudian meragu. Mengingat tiap shutter yang saya tekan berarti satu rekam gambar yang tak bisa lagi di ulang ataupun di hapus layaknya kamera digital masa kini. Maka saya bersabar, menanti momen terbaik dan ikan paling cantik… Continue reading

[Arborek] Beberapa Meter Di Bawah Dermaga Keajaiban Bermula!

To me the sea is a continual miracle; The fishes that swim–the rocks–the motion of the waves–the ships, with men in them, What stranger miracles are there?” – Walt Whitman

Arborek Island, 19 December 2012 [08:32am]

Tepat pukul delapan, kapal kami berlabuh meninggalkan dermaga pulau Mansuar. Laut pagi itu tenang tanpa gelombang, kapal kami bergerak tanpa goncangan yang berarti. Nahkoda menembak arah barat, mengarahkan kapal kami menuju sebuah pulau di tengah perairan Raja Ampat, Arborek namanya.

Memandang Arborek dari kejauhan memori saya tiba-tiba memutar sebuah kilasan gambar yang tanpa sengaja saya temukan di sebuah situs traveling luar negeri. Sebuah pulau kecil yang mengapung di tengah lautan berwarna biru toska, dengan lengkung pelangi membusur dari ujung satu ke ujung lainnya. Sebuah kalimat tertulis di bawahnya: “Arborek, the island of fairy.” Saat itu saya hanya dapat mengagumi tanpa sadar bahwa pulau itu terletak disini, di tanah air saya sendiri. Continue reading

Raja Ampat [A prolog]

Seandainya traveling adalah suatu sistem kepercayaan, maka saya dapat berkata bahwa negeri saya Indonesia adalah kuil sucinya. Bentangan alam negeri saya mampu memikat siapa saja untuk berjalan dan menjejaki tiap sudutnya. Sungguh saya sedang tidak bercanda! Negeri saya bukanlah daratan yang berbalut empat musim layaknya Eropa atau negeri yang terkungkung jazirah berselimut debu dan retakan tanah seperti Afrika.

Negeri saya memanjang dari barat ke timur membentuk formasi gugusan ribuan pulau hijau yang dikelilingi lautan berwarna nan kaya. Matahari yang manunggal pun enggan pindah dan menyirami negeri saya dengan cahaya hampir sepanjang tahun. Banyak yang mengibaratkan negeri saya kepingan surga, saya pun mengamininya.

Bagi mereka yang senang menenggelamkan diri dalam misteri dan keajaiban bawah laut, akan dengan mudah dibuat terpesona oleh Indonesia. Tersebutlah beberapa lokasi penyelaman di negeri saya yang namanya tersohor jauh melintas jarak dan bentangan benua. Salah satunya adalah Raja Ampat… Continue reading