And When The Words Dance!

I’m writing a passion. A flame and dust such inexplicable, I want you the get lost in a labyrinth of phrases, vanish before the page ends.I want you to stop before the dot, exhaling your excitement between the commas.

You are my apostrophe without a word. 

Let them write a tale about us, you will be the greatest epoch and I am mere a shadow, a simple phrase in the majestic of your story.

@justHityou

Advertisements

An Abundant of White

“People change for two reason; either their mind has been enlightened or their heart has been broken”

***

Seemingly I saw that phrase written at the corner of a magazine page. The old guy that sits next to me has been reading it for quite sometimes before he falls asleep soundly. It was one hour to go before the train arrives at Denizli, from the window morsel with light rain I could see the bright orange sky was slowly turning to dark violet. Swirling sound of steel hitting the bottom of rail creates a humdrum music.

There was nothing such interesting with the scenery. An abundant of orange field crisscrossing towns that looked similar one to another, every half an hour or forty-five minutes the train will stop for a while at a designated station. Beside the old man that sleeping next to me the wagon was dared empty. I counted there was a total of seven people including me and nobody seemed knowing each other. No conversation, no sound of chit chatting neither a ring of a phone. The emptiness and constant humming of the train machine felt excruciating. Continue reading

Satu Masa di Bulan Februari

“Serendipity; [noun] The occurrence and development of events by chance in a happy or beneficial way” ~ Oxford Dictionary

***

Dubai – Uni Emirate Arab, June 20th 2014 [02:33am]

Saya tidak akan melupakan satu subuh yang sama empat bulan yang lalu, tepatnya tanggal 12 Februari 2014. Saat itu saya tengah menunggu penerbangan saya menuju Praha. Penerbangan yang [sayangnya] tak pernah tiba tepat di tujuan.

Saya akan berbagi sedikit cerita tentang hari itu.

Dari mana saya memulainya? Hmm, mungkin dari alasan kepergian saya…

Saya berencana mengunjungi Praha untuk menziarahi sang kota tua dan seorang karib lama. Lucka namanya, perempuan Ceko yang melewatkan setengah tahun bersama saya di gersangnya Sudan Selatan. Saya yang saat itu tengah bermungkim di barat Afrika harus menempuh seperempat belahan dunia sebelum dapat tiba di ibukota Republik Ceko. Tak ada penerbangan langsung menuju Praha, saya pun harus berganti pesawat di London.

Sayangnya sebuah musibah menimpa pilot pesawat Gambia Bird yang subuh itu akan saya tumpangi dan penerbangan pun ditunda menanti pilot baru tiba. Saya yang memiliki waktu transit yang sangat tipis mulai dibuat cemas, segenggam masa yang saya miliki mulai luruh perlahan demi perlahan. Continue reading

A Note to All of Us

Every now and then I have this love and hate relationship with media…

Seringnya media membuat saya yang jauh dari rumah bisa melek berita, tapi seminggu terakhir sejak kasus dokter Ayu mulai ramai serta gerakan solidaritas mulai di dengungkan, media semacam memberi kesan negatif tentang dokter.

Sebagai dokter saya tentunya merasa gerah akan berbagai opini negatif, opini-opini dari orang yang dalam semalam berkat bantuan internet tiba-tiba ilmu kedokterannya seakan sederajat dengan keilmuan guru-guru besar saya (tapi sayangnya kelompok yang satu ini keilmuannya tampak seakan tunnel vision saja tanpa melirik kedokteran secara holistik dan sebagai sebuah kesatuan sistem maha kompleks yang membutuhkan lebih dari satu rentang usia manusia untik mempelajarinya) ataupun mereka yang menghujat secara nyaring melalui beragam sosial media.

Saya pun menangkap kesan bahwa dokter semakin kesini semakin menjadi public enemy… Continue reading

“Nowadays we often use the term “proximity” to talk about the doctor-patient relationship. But in fact it is much more than that, it should not limited to the medical act. I often got a question why I choose to be a doctor and later become humanitarian worker. For me this profession is special. It’s the feeling of humanity. Going towards other human being to provide help, it makes us all part of our common humanity, with positive vision of what humanity is, of what mankind is.

Everyday we go and meet the other, knowing that we are all the same, but at the same time we are also different…” ~ tis

People put their faith on us when all we can do is believe in ourself and put our faith into something greater than us: To God, Good Power, Universe or anything you may call him or it. I choose this path of life, be a doctor with all of the consequences, the sacrifices, time that I have devoted. But little do I know that I gain more than just knowledges, fame or any important substances. A doctor is not only a profession, it is a way of life. And by that it will take me more than one life to understand the meaning and to practice medicine perfectly as what the society wants me to be. As a doctor I will NEVER promise you a result but I promise you my effort, my long-life willingness of learning the recent knowledge and God damn knows that oath I have recited at the very first day of my life as a doctor; to help others. By that I don’t need respect but I need your trust and a simple note for all of us to remember.

That no matter how you see me and think of me. I am just an ordinary human like you and I am afraid of ignorance too…

#stopkriminalisasidokter

Dia masih bertanya di belahan bumi manakah saya saat ini, tapi saya merasa jawaban akan tempat tak akan pernah memuaskannya.

Maka saya membalas pesan singkatnya dengan beberapa deret aksara:

“Saya sedang melabuhkan sauh, menikmati tenangnya dermaga hidup hingga tiba waktunya nanti untuk mengangkat jangkar dan berlayar kembali…”

Dan dia pun merangkul jawabannya…

Sebuah nukilan singkat dari janin buku yang tengah saya tulis, semoga suatu hari nanti bisa disentuh oleh jemarimu….

Seringkali saya memaku erat-erat harapan di dalam benak saya. Walaupun saya sendiri mahfum bahwa layaknya dua sisi mata uang, senantiasa ada kesempatan serta kekecewaan yang saling bersisian bersamanya.

Sebutlah saya seorang pemimpi tapi saya percaya bahwa untuk semua harapan dan cita yang tertuang di dalam doa, diluar sana akan selalu ada manusia lain yang setia mengamini. Dan untuk semua doa serta cinta yang terucap di dalam diam, percayalah Tuhan Maha Mendengar…

What I think after a pray tonight…

Saya pernah jatuh cinta, kepada sepasang bola mata hitam dan rambutnya yang kelam serta pada sebaris senyum hangat di wajahnya yang menenangkan. di sudut matanya saya menyimpan rindu, saat dia memanggil nama saya ataupun tiap kali jari-jemari kami bertaut membelenggu, saat dia menyapa melalui barisan aksara ataupun saat kami bertukar sapa melalui suara.

Saya pernah jatuh cinta, saya senantiasa jatuh cinta…

Je pense à mettre ce journal inédit sur ​​mon prochain livre

May the road rise up to meet you, may the wind always be at your back, may the sun shine warm upon your face and the rains falls soft upon your fields and may God lead my way to find you again someday.

Somewhere over the sea, a place where you and me meant to be….