Satu Pagi di Barat Afrika

Freetown – Sierra Leone, 9 February 2014 [06:06am]

Tiap-tiap manusia berkisah dengan inderanya pun dengan lakunya. Tiap-tiap dari kita adalah sebuah buku yang terbuka dan dapat dibaca oleh siapa saja yang dapat menerjemahkan aksara tak tertulis. Manusia menorehkan cerita hidup dalam ruang bidang yang beragam, seperti kota ini serta misteri pagi yang disembulkannya setiap hari.

Kabut bergulir dari puncak-puncak bukit yang memagar peninsula jauh sebelum matahari terbit, bertingkat-tingkat layaknya gulungan ombak kemudian meluruh hilang saat menyentuh pesisir-pesisir pantai yang mengecup pinggir samudera Atlantis, sebuah pertujukan alam maha megah yang ditampilkan setiap pagi.

Sepuluh tahun yang lalu, saya tak akan mampu berdiri disini sembari memandang kota, karena sebutir peluru akan dengan mudah terbenam di batok kepala saya. Saya akan menjadi salah satu dari ratusan ribu manusia tanpa nama yang hanya terekam sebagai bagian sejarah dari salah satu perang saudara terburuk di benua Afrika.

Perang tak pernah mengenal kata belas kasihan dan toleransi, ia layaknya sebatang besi panas yang melelehkan tiap balok es yang disentuhnya hingga tak menyisakan satu pun atom yang mewujud benda ataupun layaknya titik yang menamatkan tiap cerita, tanpa menyisakan satu pun kata sesudahnya.

Kini tak jarang perjalanan hidup saya bersinggungan arah dengan perang ataupun menyisir bekas-bekas langkahnya, bukan hal yang menarik kalau boleh saya berkata. Tapi dari situ saya pun belajar bahwa perjalanan tak melulu soal perjalanan, ia tak selalu mengenai tempat ataupun jarak. Perjalanan terkadang hanya mengenai proses jalan itu sendiri, tentang langkah yang kita ayun dan bentang masa yang kita lewati.

Dan kini saya hanya dapat bersyukur mampu berdiri di lini-masa yang berbeda dengan perang di tanah ini, menikmati langkah yang saya ayun dan setidaknya tak perlu mengkhawatirkan sebutir pun peluru yang sewaktu-waktu dapat menamatkan kisah saya sebelum kabut kota ini bergulir dan sirna.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s